Daftar Ban Mobil Dengan Harga Murah Dan Bagus September 2020 Indonesia

Mengacu pada information statistik rilisan Jasa Marga yang dihimpun sejak tahun , sedikitnya terjadi 22.717 kecelakaan di jalan raya yang melibatkan kendaraan roda empat. Dari total angka tersebut, persen atau sekitar 5.000 kali di antaranya terjadi akibat insiden pecah ban. Badan Usaha Milik Negara ini kembali merilis knowledge statistik kecelakaan khusus di jalan tol untuk cakupan triwulan 1 tahun 2017 (Januari-Maret). Hasilnya, terdapat 337 kasus yang mana 67 di antaranya, lagi-lagi, akibat pecah ban.

Insiden pecah ban memang jadi momok menakutkan bagi pengendara mobil. Tapi peristiwa ini bisa dicegah atau setidaknya ditekan angka kasusnya seandainya banyak pengendara yang tidak lalai dalam memperhatikan kondisi ban mobil mereka. Benar, kondisi jalan yang berlubang atau cuaca yang tak menentu adalah faktor eksternal yang sulit untuk Anda kendalikan. Tapi ada faktor inner yang, apabila diperhatikan, paling tidak dapat menghindarkan Anda dari hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Jangan lupa memeriksa tekanan angin ban mobil
Ini adalah hal pertama yang paling mudah, namun wajib Anda praktikkan, terutama saat Anda hendak bepergian jauh. Tekanan angin dalam ban mobil Anda harus senantiasa berada pada tingkatan yang pas. Jika tekanan angin kurang, mesin akan bekerja makin ekstra dan berakibat pada penggunaan bahan bakar yang berlebihan. Sebaliknya, jika terlalu berlebihan, mobil akan terasa goyang dan lebih sulit dikendalikan. Periksa buku handbook untuk mencari tahu tekanan angin yang dianjurkan.

Berkendaralah dengan aman
Kata aman dalam konteks di sini adalah berkendara dengan kecepatan secukupnya. Tujuannya agar Anda dapat lebih fokus terhadap kendaraan lain dan mengawasi jalan dengan lebih teliti. Ya, tak selamanya permukaan jalan yang Anda lewati mulus sempurna. Ada kalanya jalanan tersebut dihiasi oleh lubang-lubang dengan diameter yang bervariasi. Semakin cepat laju kendaraan saat menghantam lubang-lubang ini, semakin tinggi peluang Anda untuk mengalami kecelakaan.

Rotasi ban secara berkala
Trik ini dapat dilakukan untuk memperpanjang umur ban. Normalnya, dua ban bagian depan akan lebih rutin mengalami gesekan, entah itu saat melakukan pengereman atau berbelok. Anda dapat merotasi dua ban di depan dengan dua ban di belakang. Interval yang dianjurkan berkisar antara 5.000 hingga 9.600 km sekali.

Bawa barang secukupnya setiap bepergian
Prinsipnya sederhana, semakin tinggi beban yang ditanggung, semakin cepat ban Anda aus akibat gesekan berat permukaannya dengan jalanan. Mengatur kapasitas pengemudi tentu bukan tindakan yang etis. Cara yang paling aman adalah dengan menurunkan barang bawaan yang memang tidak Anda perlukan.

Kalau perlu, ganti angin ban mobil dengan fuel nitrogen
Ada alasan mengapa penggunaan fuel nitrogen pada ban mobil atau ban motor berkembang jadi tren populer belakangan ini. Keuntungan utamanya adalah menjaga tekanan ban tetap stabil kendati pun Anda membawa kendaraan dalam laju kondisi cepat di aspal panas akibat sengatan sinar matahari. Sehingga ban tidak mudah kempis dan Anda tak perlu bolak-balik ke bengkel.

Bawa ke bengkel buat spooring dan balancing
Untuk suggestions terakhir, perlu campur tangan profesional dengan membawa kendaraan kesayangan Anda ke bengkel terdekat. Spooring adalah proses pengaturan ulang keempat roda mobil untuk dikembalikan ke setting-an awal. Dalam jangka waktu lama, setting-an awal pabrikan akan terus mengalami perubahan seiring dengan perjalanan yang kita lakukan. Sementara itu, balancing berfungsi untuk menstabilkan putaran ban mobil. Biasanya dengan memasangkan pemberat/penyeimbang pada velg mobil.

Ada banyak manfaat yang dapat Anda petik dengan mempraktikkan suggestions-suggestions di atas. Beberapa di antaranya adalah memelihara umur ban mobil, menghemat penggunaan bahan bakar, meningkatkan kenyamanan dalam berkendara, dan yang paling penting, mengurangi peluang terjadinya insiden yang tak diinginkan di jalan raya.